Home » 2015 » April » 24

Daily Archives: April 24, 2015

Artikel Kebudayaan Indonesia

Nama dan contoh rumah-rumah adat yang ada di Indonesia

Oleh : Yogie Bella Saputra

[pe2-image src=”http://lh3.googleusercontent.com/-vRu2XFPuyAE/VTpjFtQoVfI/AAAAAAAAAHA/RPGqOd68JLw/s144-c-o/images.jpg” href=”https://picasaweb.google.com/117060089189821509046/RumahAdatIndonesia#6141329991572936178″ caption=”” type=”image” alt=”images.jpg” ]

Tongkonan (Rumah Adat Suku Toraja), rumah tradisional Toraja yang berdiri di atas tumpukan kayu dan dihiasi dengan ukiran berwarna merah, hitam, dan kuning. Kata “tongkonan” berasal dari bahasa Toraja tongkon (“duduk”).

 

[pe2-image src=”http://lh3.googleusercontent.com/-ZSKRBVhSwKg/VTpjg3VSQsI/AAAAAAAAAHI/MHV_k0Gpi3Q/s144-c-o/Honai_Papua.jpg” href=”https://picasaweb.google.com/117060089189821509046/RumahAdatIndonesia#6141330458133283522″ caption=”” type=”image” alt=”Honai_Papua.jpg” ]

Honai (Rumah Adat Irian Jaya), terbuat dari kayu dengan atap berbentuk kerucut yang terbuat dari jerami atau ilalang. Honai sengaja dibangun sempit atau kecil dan tidak berjendela yang bertujuan untuk menahan hawa dingin pegunungan Papua. Honai biasanya dibangun setinggi 2,5 meter dan pada bagian tengah rumah disiapkan tempat untuk membuat api unggun untuk menghangatkan diri. Rumah Honai terbagi dalam tiga tipe, yaitu untuk kaum laki-laki (disebut Honai), wanita (disebut Ebei), dan kandang babi (disebut Wamai).

 

[pe2-image src=”http://lh3.googleusercontent.com/-3-ro1aMTFms/VTpk8TvA10I/AAAAAAAAAHU/QfZtk1qGqb0/s144-c-o/Rumah-Adat-Betawi-Fasad-Pintu-dan-Teras.jpg” href=”https://picasaweb.google.com/117060089189821509046/RumahAdatIndonesia#6141332029125482306″ caption=”” type=”image” alt=”Rumah-Adat-Betawi-Fasad-Pintu-dan-Teras.jpg” ]

Rumah Bapang (Rumah Adat Betawi), Ciri khas dari rumah ini adalah rumah ini memiliki teras yang luas yang berguna untuk menjamu tamu dan menjadi tempat bersantai keluarga.[3] Pada zaman dahulu, masyarakat betawi membuat sumur di depan rumahnya dan pemakaman yang berada disamping rumah.[4] [5] [2] Dan, dinding rumahnya terbuat dari panel-panel yang dapat dibuka dan digeser-geser ke tepinya. Hal ini dimaksudkan agar rumah terasa lebih luas.

 

[pe2-image src=”http://lh3.googleusercontent.com/-D3t5VB92jEM/VTploHOW1EI/AAAAAAAAAHc/hcE2porNTlg/s144-c-o/imagses.jpg” href=”https://picasaweb.google.com/117060089189821509046/RumahAdatIndonesia#6141332781681529922″ caption=”” type=”image” alt=”imagses.jpg” ]

Omo Sebua (Rumah Adat Pulau Nias), dibangun untuk kepala adat desa dengan tiang-tiang besar dari kayu besi dan atap yang tinggi. Omo sebua didesain secara khusus untuk melindungi penghuninya daripada serangan pada saat terjadinya perang suku pada zaman dahulu. Akses masuk ke rumah hanyalah tangga kecil yang dilengkapi pintu jebakan. Bentuk atap rumah yang sangat curam dapat mencapai tinggi 16 meter. Selain digunakan untuk berlindung dari serangan musuh, omo sebua pun diketahui tahan terhadap goncangan gempa bumi.

 

 Nama kesenian tradisioanal, upacara adat, pesta adat  yang ada di Indonesia

SUKU ASMAT

Kesenian Tari (Tari Tobe/Perang)

[pe2-image src=”http://lh3.googleusercontent.com/-08LkPvWcX_g/VTpqzqHr5DI/AAAAAAAAAIY/7zkAt8iwfQo/s144-c-o/Tari%252520Perang%252520papua.jpg” href=”https://picasaweb.google.com/117060089189821509046/RagamIndonesia#6141338477585490994″ caption=”Tari Perang papua.jpg” type=”image” alt=”Tari Perang papua.jpg” ]

Tari ini dilakukan oleh 2 orang perempuan dan 16 penari laki-laki, dengan gerakan yang didominasi dengan gerakan melompat-lompat, dan diiringi oleh iringan alat musik yang dinamakan (Tifa), dan lantunan-lanunan lagu yang menghentak, membuat tarian ini terlihat semakin bergelora dan bersemangat, tarian ini memang untuk membakar semangat para prajurit yang hendak pergi menuju medan perang.

Upacara Adat Suku ASMAT

1. Ritual Kematian

Orang Asmat tidak mengenal dalam hal mengubur mayat orang yang telah meninggal. Bagi mereka, kematian bukan hal yang alamiah. Bila seseorang tidak mati dibunuh, maka mereka percaya bahwa orang tersebut mati karena suatu sihir hitam yang kena padanya. Bayi yang baru lahir yang kemudian mati pun dianggap hal yang biasa dan mereka tidak terlalu sedih karena mereka percaya bahwa roh bayi itu ingin segera ke alam roh-roh. Sebaliknya kematian orang dewasa mendatangkan duka cita yang amat mendalam bagi masyarakat Asmat.

Suku Asmat percaya bahwa kematian yang datang kecuali pada usia yang terlalu tua atau terlalu muda, adalah disebabkan oleh tindakan jahat, baik dari kekuatan magis atau tindakan kekerasan. Kepercayaan mereka mengharuskan pembalasan dendam untuk korban yang sudah meninggal. Roh leluhur, kepada siapa mereka membaktikan diri, direpresentasikan dalam ukiran kayu spektakuler di kano, tameng atau tiang kayu yang berukir figur manusia. Sampai pada akhir abad 20an, para pemuda Asmat memenuhi kewajiban dan pengabdian mereka terhadap sesama anggota, kepada leluhur dan sekaligus membuktikan kejantanan dengan membawa kepala musuh mereka, sementara bagian badannya di tawarkan untuk dimakan anggota keluarga yang lain di desa tersebut.

2. Ritual Pembuatan dan Pengukuhan Perahu Lesung

Setiap 5 tahun sekali, masyarakat Asmat membuat perahu-perahu baru. Dalam proses pembuatan prahu hingga selesai, ada berapa hal yang perlu diperhatikan. Setelah pohon dipilih, ditebang, dikupas kulitnya dan diruncingkan kedua ujungnya, batang itu telah siap untuk diangkut ke pembuatan perahu.

Pesta rakyat Suku Asmat biasanya hanya dilakukan setelah selesainya pembangunan “Jew”, atau dengan arti lain Rumah Bujang, yang didalamnya berfungsi untuk penyimpanan barang-barang berharga milik Suku Asmat, berupa senjata, dll. para pria akan melakukan pesta selama semalaman. Menari dan menyanyi diiringi oleh suara pukulan alat musik tradisional Papua, Tifa. Dengan melakukan atraksi, orang Asmat percaya, roh para leluhur akan datang dan menjaga rumah mereka setelah mereka melaksanakan penyempurnaan pembuatan rumah bujang/Jew dengan pesta seperti yang digambarkan diatas sebagai penutupnya.

Artikel (Kebudayaan Indonesia)

1. Nama dan contoh rumah-rumah adat yang ada di Indonesia:
Jawaban:
1. Rumoh Aceh – Rumah Adat Aceh
2. Rumah Balai Batak Toba – Rumah Adat Batak Sumatera Utara
3. Rumah Gadang – Rumah Adat Sumatera Barat
4. Rumah Melayu Selaso Jatuh Kembar – Rumah Adat Kepulauan Riau
5. Rumah Panggung – Rumah Adat Provinsi Jambi
6. Rumah Limas – Rumah Adat Provinsi Sumatera Selatan
7. Rumah Nuwo Sesat – Rumah Adat Provinsi Lampung
8. Rumah Bubungan Lima – Rumah Adat Provinsi Bengkulu
9. Rumah Kebaya Gambar – Adat Betawi Provinsi DKI Jakarta
10. Rumah Kasepuhan – Adat Provinsi Jawa Barat
11. Rumah Joglo – Adat Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta
12. Gapura Candi Bentar – Adat Provinsi Bali
13. Dalam Loka Samawa – Adat Nusa Tenggara Barat/NTB
14. Sao Ata Mosa Lakitana – Adat Nusa Tenggara Timur/NTT Sao Ata Mosa Lakitana
15. Rumah Panjang – Adat Kalimantan Barat
16. Rumah Betang – Adat Kalimantan Tengah/Kalteng
17. Rumah Banjar – Adat Provinsi Kalimantan Selatan/Kalsel
18. Rumah Lamin – Adat Provinsi Kalimantan Timur/Kaltim
19. Rumah Bolaang Mongondow – Adat Provinsi Sulawesi Utara/Sulut
20. Souraja atau Rumah Raja atau Rumah Besar – Adat Provinsi Sulawesi Tengah/Sulteng
21. Laikas – Adat Provinsi Sulawesi Tenggara/Sultra
22. Rumah Adat Tongkonan – Adat Provinsi Sulawesi Selatan/Sulsel/Suku Toraja Rumah Adat Tongkonan
23. Baileo – Gambar Rumah Adat Provinsi Maluku
24. Rumah Honai – Gambar Rumah Adat Provinsi Papua
25. Rumah Adat Doloupa – Gambar Rumah Adat Provinsi Gorontalo

Membuat Artikel

1. Provinsi Nanggro Aceh Darussalam
– Kesenian tradisional : –
– Upacara adat : Upacara Adat Peucicap, Peutron Aneuk
– Rumah Adat : Krong Bade

2. Provinsi Sumatera Utara
– Kesenian tradisional : –
– Upacara adat : Upacara Martutuaek, Upacara Mengebang, Upacara Khitanan, Upacara Kematian, upacara Lompat Batu, Upacara Mangongkal Holi
– Rumah Adat : Bolon

3. Provinsi Sumatera Barat
– Kesenian tradisional : Randai
– Upacara adat : Balimau, UPACARA TAMAIK KAJI, Pergi melayat
– Rumah Adat : Gadang

4. Provinsi Riau
– Kesenian tradisional : Makyong
– Upacara adat : Upacara Bakar Tongkang,
– Rumah Adat : Selaso Jatuh Kembar

5. Provinsi Kepulauan Riau
– Kesenian tradisional : Teater Mendu, Teater Lang-lang Buana, Wayang Bangsawan
– Upacara adat : Upacara Basuh lantai, Upacara Ratif Saman
– Rumah Adat : Selaso Jatuh Kembar

6. Provinsi Jambi
– Kesenian tradisional : –
– Upacara adat : Upacara Lingkaran Hidup Manusia, Berusik sirih bergurau pinang, Duduk bertuik, tegak bertanyo, kat buatan janji semayo, Ulur antarserah terimo pusako, Upacara Kematian, Mintak ahi ujan, Nugal Bejolo, Kumau, Ngayun luci.
– Rumah Adat : Panjang

7. Provinsi Sumatera Selatan
– Kesenian tradisional : Dul muluk
– Upacara adat : Upacara Sedekah Rame, Upacara Bauang Jung,
– Rumah Adat : Limas

8. Provinsi Bangka Belitung
– Kesenian tradisional : Timot Kesambet, Bedenggu
– Upacara adat : Rabu Kasan
– Rumah Adat : Rakit dan Limas

9. Provinsi Bengkulu
– Kesenian tradisional : Festival Tabot
– Upacara adat : Sedekah Rame, Buang Jung (upacara membuang perahu kecil ke laut), Tabot, Kendurai, Bayar Sat (niat).
– Rumah Adat : Rakyat

10.  Provinsi Lampung
– Kesenian tradisional : Teater Kurusetra
– Upacara adat : Cakak Pepadun
– Rumah Adat : Nowou Sesat

11. Provinsi DKI Jakarta
– Kesenian tradisional : Lenong, Ondel-ondel
– Upacara adat : Ngedelengin, Nglamar, Bawa tande putus, Akad Nikah, Acare Negor, Pulang Tige Ari
– Rumah Adat : Kebaya

12. Provinsi Jawa Barat
– Kesenian tradisional : Banjet, Tarling, Jaipongan, Gekbreng
– Upacara adat : Ngalaksa, Adu Domba, Balap Kerbau, Pesta Nelayan, Nadran, Panjang Jimat, Ruwatan Bumi, Wuku Tahun, Ngalunsur Pusaka, Bubur Sura, Gembyung, Upacara ke Makam Karomah.
– Rumah Adat : Kasepuhan Cirebon

13. Provinsi Banten
– Kesenian tradisional : Topeng Banjet
– Upacara adat : Turun Nyambut, Ngasek, Mipit, Nganyaran, Seren Taun
– Rumah Adat : Badui

14. Provinsi Jawa Tengah
– Kesenian tradisional : Kethoprak, Laes/rintren, Lengguk, Opak Alang, Srandul, Wayang Golek, Wayang Kulit, Wayang orang
– Upacara adat : Kenduren / Selametan, Carikan/ berkat, kenduren wetonan ( wedalan ), Kenduren Sabanan ( Munggahan ), Kenduren Likuran, Kenduren Badan ( Lebaran ), Kenduren Muludan, Upacara Garebeg, Gunungan kakung, Sekaten
– Rumah Adat : Joglo

15. Provinsi Daerah Istimewa Yogjakarta
– Kesenian tradisional : Pertunjukkan Gamelan, Ramayana Ballet, Ramayana Ballet Purawisata, Pertunkkuan Wayang Kulit, Pembacaan Sastra Jawa, Wayang Orang.
– Upacara adat : Sekaten, Garebeg Mulud, Tumplak Wajik, Labuhan, Waisak, Saparan (Bekakak), Upacara Nguras Kong (Enceh), Upacara Rabo Pungkasan Wonokromo Pleret, Upacara Adat Pembukaan Cupu Ponjolo, Upacara Adat Labuhan Merapi,
– Rumah Adat : Bangsal Kencono dan Joglo.

16. Provinsi Jawa Timur
– Kesenian tradisional : Ludruk, Topeng-topeng Wonosobo, Topeng Buta Terong, Topeng Bondres Bungut Linggah, Topeng Gatotkaca , Wayang Kulit, Glipang, Reog
– Upacara adat : Selamatan, Arak-Arakan, Kebo-Kebon, Upacara Kasada (Kasodo), Pura Luhur Poten Gunung Bromo, Tedak Siten
– Rumah Adat : Joglo Situbondo

17. Provinsi Bali
– Kesenian tradisional : Drama Gong
– Upacara adat : Ngaben, Mesakapan atau Pewiwahan,
– Rumah Adat : Gapura Candi Bentar

18. Provinsi Nusa Tenggara Barat
– Kesenian tradisional : Tari Gendang Beleq, Tari Oncer, U’a Pua
– Upacara adat : Nenarih atau belatoan, Panati ( melamar), Sebo (melarikan gadis), Ngentunin, Bau Nyale
– Rumah Adat : Dalam Loka Samawa

19.  Provinsi Nusa Tenggara Timur
– Kesenian tradisional : Tarian Hedung Huriq
– Upacara adat : Reba, Adat menahan mayat, Merawat mayat
– Rumah Adat : Musalaki

20. Provinsi Kalimantan Barat
– Kesenian tradisional : Mendu
– Upacara adat : Ngarak Penganten
– Rumah Adat : Istana Kesultanan Pontianak

21. Provinsi Kalimantan Tengah
– Kesenian tradisional : Tari Baksa Panah, Manasai
– Upacara adat : Wadian, Upacara Tiwah, Wara, Potong Pantan, Mapalas, Ijambe
– Rumah Adat : Betang

22. Provinsi Kalimantan Selatan
– Kesenian tradisional : Mamanda, Lamut, Madihin, Wayang Kulit Banjar, Wayang Gung, Balian
– Upacara adat : Upacara Adat Aruh Baharin, Upacara Adat Maccera Tasi, Upacara Adat Mallasung Manu, Upacara Adat Babalian Tandik
– Rumah Adat : Banjar Bubungan Tinggi

23. Provinsi Kalimantan Timur
– Kesenian tradisional : –
– Upacara adat : Mamanda, Wayang Gung, Abdul Mulk Loba, Kuda Gepang, Cerita Damarwulan, Tantayungan, Wayang Kulit, Teater Tutur.
– Rumah Adat : Lamin

24. Provinsi Sulawesi Utara
– Kesenian tradisional : Tarian Kabasaran
– Upacara adat : Upacara Lengkaan Sidia Tolu No Bulan, Upacara Monondede atau Ponondedean, Upacara Moyangkit Kong Putad, Upacara Mopoluai Ing Takinea, Upacara Malobong Kong Takinea, Upacara Moyangkit Kong Putad, Upacara Mopoluai Ing Takinea, Upacara tayukan / buongan, Upacara kematian
– Rumah Adat : Pewaris

25. Provinsi Sulawesi Barat
– Kesenian tradisional : Festival Teluk
– Upacara adat : Nitangka (dipertunangkan), Neduta (meminang), Membawa harta, Malam pacar, Mencukur rambut, Motaro, Moandulasa (selamatan pengairan), Mepone ri banua davou (naik rumah baru) dan Padungku (upacara panen).
– Rumah Adat : Tongkonan

26. Provinsi Sulawesi Tengah
– Kesenian tradisional : Tarian Kabasaran
– Upacara adat : Upacara Lengkaan Sidia Tolu No Bulan, Upacara Monondede atau Ponondedean, Upacara Moyangkit Kong Putad, Upacara Mopoluai Ing Takinea, Upacara Malobong Kong Takinea, Upacara Moyangkit Kong Putad, Upacara Mopoluai Ing Takinea, Upacara tayukan / buongan, Upacara kematian
– Rumah Adat : Tambi

27. Provinsi Sulawesi Tenggara
– Kesenian tradisional : Pedang Janawi. Pedang ini biasanya di pakai, dipakao oleh panglima perang sadangkan prajuritnya memakai klewang.
– Upacara adat : Monahu ndau, Motasu, Ghoti Katumpu
– Rumah Adat :Istana Buton / Malige

28. Provinsi Sulawesi Selatan
– Kesenian tradisional : Tari pa’gellu.
– Upacara adat : Kapuran Pangngan, Ma’paling, Ma’pakande deata do banua, Ma’pakande deata do ing padang, Merok, Massalu-salu, Upacara Perkawinan,
Upacara Kematian
– Rumah Adat : Tongkonan

29. Provinsi Gorontalo
– Kesenian tradisional : –
– Upacara adat : Mandi Safar, Parade Walima, Festival Tumbilotohe, Festival Ketupat,
– Rumah Adat : Dulohupa dan Rumah Pewaris

30. Provinsi Maluku
– Kesenian tradisional : Bambu Gila
– Upacara adat : Upacara Ahkwankei, Upacara Kematian, Adat Tomako, Upacara Adat Panas Pela, Upacara Adat Penobatan Kapita, Upacara Adat Cuci Negeri
– Rumah Adat : Baileo

31. Provinsi Maluku Utara
– Kesenian tradisional : Festival Legu Gam, Tari Cakalele
– Upacara adat : Kololi Kie, Upacara Ahkwankei, Upacara Adat Penobatan Kapita, Upacara Adat Cuci Negeri
– Rumah Adat : Baileo

32. Provinsi Papua Barat
– Kesenian tradisional : Tari Manora
– Upacara adat : Yosim Pancar (YOSPAN), Tarian perang
– Rumah Adat : Honai

33. Provinsi Papua
– Kesenian tradisional : Tari Musyoh, Tari Selamat datang.
– Upacara adat : Bakar Batu
– Rumah Adat : Honai

 

 

Referensi :

1. http://tasik-cyber.blogspot.com/2014/08/gambar-dan-nama-rumah-adat-dari-33-provinsi-di-indonesia.html
2. http://triafriadi.blogspot.com/2012/04/provinsi-provinsi-di-indonesia.htmhsagd_once”>

April 2015
M T W T F S S
« Mar   May »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Archives