Home » 2017 » July » 17

Daily Archives: July 17, 2017

SP Request Author

PERTANYAAN

Request Author

STATUS – 100% Tercapai

KETERANGAN – Saya sudah Request Author

PEMBUKTIAN –

SP Student Agreement

PERTANYAAN

Please observe carefully this Student Agreement and kindly full-fill this to complete the data for institution.

STATUS – 100% Tercapai

KETERANGAN – Sudah membaca Student Agreement

PEMBUKTIAN –

SP SKUP

Nama saya adalah Danny Satriany. Saya lahir di Kota Tangerang, 18 November 1995.

Saya adalah mahasiswa S1 Jurusan Sistem Komputer, Konsentrasi CCIT. Saya sedang menempuh semester 7 di Perguruan Tinggi Raharja. Dan merupakan bagian dari kelas iLearning Plus mengambil Mata Kuliah Kebudayaan Indonesia

dan tabel dibawah ini merupakan daftar Assignment yang diberikan selama saya berada di kelas Kebudayaan Indonesia ini.

No Assignments Status Grade
1 Request Author Tercapai
2 Student Agreement Tercapai
3 Tugas Pertemuan 1 Tercapai
4  Tugas Pertemuan 2
5  Tugas Pertemuan 3
6  Tugas Pertemuan 4
7  Tugas Pertemuan 5
8  Tugas Pertemuan 6
9  Tugas Pertemuan 7
10  Tugas Pertemuan 8
11  Tugas Pertemuan 9
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21

SP Tugas Pertemuan 1

PERTANYAAN

I.    Bacalah materi Pertemuan 1, kemudian berilah rangkuman atau ringkasan dari materi tersebut.

II.  1. Mengapa pendidikan nasional berkaitan dengan kebudayaan?

2. Apa yang di maksud dengan manusia sebagai mahluk berbudaya?

3. Berikan contoh tentang hubungan manusia dengan kebudayaan!

4. Jelaskan tentang kodrat, harkat, dan martabat manusia ?

5. Bagaimana pendapat Saudara jika manusia mengikuti kebudayaan tapi menentang agama?

STATUS – 100% Tercapai

KETERANGAN – Saya sudah mengerjakan soal Pertemuan 1

PEMBUKTIAN –

KEBUDAYAAN SEBAGAI LANDASAN PENDIDIKAN

Kebudayaan adalah salah satu landasan pengembangan dalam kurikulum (Taba, 1962)
Ki Hajar Dewantara menegaskan bahwa akar pendidikan suatu bangsa adalah kebudayaan.
Longstreet dan Shane (1993:87) melihat kebudayaan berfungsi sebagai lingkungan kurikulum.
Lingkungan dapat dilihat dalam dua perspektif yaitu lingkungan eksternal dan internal.

  • Lingkungan eksternal (tatanan sosial) adalah tempat sekolah itu berada, sedangkan
  • Lingkungan internal adalah pada masing-masing visi pendidik tentang bagaimana sekolah berfungsi dan kurikulum yang digunakan.

Maehr (1974) dalam bukunya yang berjudul Sociocultural Origins of Achievement, mengatakan bahwa keterkaitan antara kebudayaan dan bahasa, persepsi, kognisi, keinginan berprestasi, motivasi berprestasi merupakan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap belajar mahasiswa.
Webb (1990) dan Burnett (1994) menunjukkan pentingnya pertimbangan budaya dalam meningkatkan proses belajar mahasiswa.
Delpit (Darling-Hammond, 1996:12) mengatakan bahwa kita semua menginterpretasikan perilaku, informasi, dan situasi melalui lensa budaya kita sendiri, yang tersirat didalam cara pandang kita.
Wloodkowski dan Ginsberg (1995) menyatakan bahwa kebudayaan adalah dasar dari motivasi intrinsik dan mengembangkan model belajar yang komprehensif dalam arti pengajaran yang responsif terhadap kultural. Model ini merupakan pedagogi lintas disiplin dan lintas budaya.

ILMU BUDAYA DASAR (IBD)

IBD dipahami sebagai ilmu pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.

Tujuan IBD :

  1. Menjelaskan masalah budaya dengan benar.
  2. Menjelaskan masalah kemanusiaan dengan jelas; dan
  3. Menyebutkan tujuan ilmu budaya dasar.

Untuk menjangkau tujuan tersebut IBD diharapkan dapat :

  1. Mengusahakan penajaman kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya, sehingga mereka lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, terutama untuk kepentingan profesi mereka.
  2. Memberi kesempatan pada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka tentang masalah kemanusiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut.
  3. Mengusahakan agar mahasiswa, sebagai calon pemimpin bangsa dan negara serta ahli dalam bidang disiplin ilmu masing-masing, tidak terpasung dalam satu kecenderungan, atau dengan kata lain tidak diskriminatif dimanapun mereka berada, lalu mengusahakan media komunikasi untuk para akademisi agar mereka lebih mampu berdialog satu sama lain, dengan memiliki satu tujuan yang sama, diharapkan akademisi dapat lebih lancar dalam berkomunikasi.

Dengan memberikan materi IBD diharapkan para mahasiswa akan dapat:

  1. berminat dan berkeinginan untuk mendalaminya.
  2. lebih peka dan kritis serta terbuka terhadap masalah kemanusiaan dan budaya, lalu lebih  bertanggung jawab terhadap masalah-masalah tersebut.
  3. mengusahakan kepekaan terhadap nilai-nilai lain untuk lebih mudah menyesuaikan diri.
  4. menyadari nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat, hormat menghormati serta simpati pada nilai-nilai yang hidup pada masyarakat.

MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

Unsur jasmani dan unsur rohani.

1. Unsur jasmani adalah semua hal yang berhubungan dengan kebutuhan fisik manusia, seperti makan, minum, dan lain-lain, yang jika tidak terpenuhi maka akan berakibat buruk bagi manusia itu sendiri.

2. Unsur rohani yaitu semua hal yang berhubungan dengan kebutuhan rohani, atau hati manusia, seperti agama/keyakinan, rasa aman/tenteram/ketenangan hati, rasa bahagia dan lain-lain.

Namun apabila dikaji lebih mendalam lagi, manusia pada dasarnya tersusun dari unsur-unsur sebagai berikut :

  • Jasad, badan kasar manusia yang nampak pada luarnya;
  • Hayat, mengandung unsur hidup yang di tandai dengan gerak;
  • Ruh, bimbingan dari pimpinan Tuhan; dan
  • Nafs, kesadaran tentang diri sendiri.

Hakekat manusia pada dasarnya menyangkut empat hal, yaitu :

  1. Tubuh dan jiwa menjadi satu kesatuan yang utuh.
  2. Perbandingan manusia dengan makhluk-makhluk yang lain terletak pada : intelektual, estetis, etis, diri, sosial, religious,
  3. Makhluk hayati yang berbudaya
  4. Makhluk yang terikat dengan lingkungan.

Ada 8 pokok bahasan IBD yang akan dikembangkan adalah :

  1. Manusian dan cinta kasih
  2. Manusia dan keindahan
  3. Manusisa dan penderitaan
  4. Manusia dan keadilan
  5. Manusia dan pandangan hidup
  6. Manusia dan tanggung jawab serta pengabdian
  7. Manusia dan kegelisahan
  8. Manusia dan harapan.

Hubungan antara manusia dengan kebudayaan tercermin dalam adat istiadat yang ada dalam masyarakat daerah masing-masing, seperti :

  1. Kebudayaan-kebudayaan khusus atas dasar faktor kedaerahan. Contoh: Adat-istiadat melamar di Lampung dan di Minangkabau berbeda. Di Minangkabau biasanya pihak perempuan yang melamar sedangkan di Lampung, pihak laki-laki yang melamar.
  2. Cara hidup di kota dan di desa yang berbeda (urban dan rural ways of life).
 Contoh: Perbedaan anak yang dibesarkan di kota dengan seorang anak yang dibesarkan di desa. Anak kota bersikap lebih terbuka dan berani untuk menonjolkan diri di antara teman-temannya sedangkan seorang anak desa lebih mempunyai sikap percaya pada diri sendiri dan sikap menilai (sense of value).
  3. Kebudayaan-kebudayaan khusus kelas sosial. Di masyarakat dapat dijumpai lapisan sosial yang kita kenal, ada lapisan sosial tinggi, rendah dan menengah. Misalnya cara berpakaian, etiket, pergaulan, bahasa sehari-hari dan cara mengisi waktu senggang. Masing-masing kelas mempunyai kebudayaan yang tidak sama, menghasilkan kepribadian yang tersendiri pula pada setiap individu.
  4. Kebudayaan khusus atas dasar agama. Adanya berbagai masalah di dalam satu agama pun melahirkan kepribadian yang berbeda-beda di kalangan umatnya.
  5. Kebudayaan berdasarkan profesi. Misalnya: kepribadian seorang dokter berbeda dengan kepribadian seorang pengacara dan itu semua berpengaruh pada suasana kekeluargaan dan cara mereka bergaul. Contoh lain, seorang militer mempunyai kepribadian yang sangat erat hubungan dengan tugas-tugasnya. Keluarganya juga sudah biasa berpindah tempat tinggal.

Definis Kebudayaan

  1. Edward B. Taylor : Kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang didalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat- istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat oleh seseorang sebagai anggota masyarakat.
  2. Prof. Dr. Koentjaraningrat : Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar.
  3. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski : Segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic

Adapun hakekat kebudayaan itu pada intinya adalah:

  1. Kebudayaan terwujud dari hasil buah budi (gagasan) manusia yang berupa cipta, rasa dan karsa baik yang kongkrit ataupun abstrak yang bertujuan untuk mencapai kesempurnaan hidup;
  2. Kebudayaan ada sebelum generasi lahir dan kebudayaan tidak dapat hilang setelah generasi itu tidak ada atau dengan kata lain kebudayaan itu diwariskan dari generasi ke generasi;
  3. Kebudayan diperlukan oleh manusia dan tersalurkan dari perilaku manusia yang diwujudkan dalam tingkah lakunya;
  4. Kebudayaan mencakup aturan-aturan yang memberikan kewajiban kewajiban terhadap masyarakatnya;
  5. Kebudayaan bersifat variatif, relatif, dan universal.

 

II.

1. Mengapa pendidikan nasional berkaitan dengan kebudayaan?

karena  mahasiswa belajar dalam suatu situasi yang bebas nilai (value free), yang berarti pula bebas budaya. Teori tersebut tidak memperhitungkan bahwa mahasiswa yang belajar adalah suatu pribadi yang hidup dan bereaksi terhadap lingkungan baik itu lingkungan fisik, sosial, maupun lingkungan metafisik dimana ia hidup. Dan bertujuan untuk mengurangi prasangka dan diskriminasi terhadap kelompok yang tertindas (oppressed groups), bekerja atas dasar kesempatan yang sama dan adanya keadilan sosial pada semua kelompok, serta distribusi kekuasaan yang adil diantara anggota kelompok budaya yang berbeda. Secara teori telah banyak dipelajari tentang masalah kebudayaan. Karena selain kebudayaan itu sebagai suatu kekayaan bangsa, kebudayaan juga sebagai landasan pendidikan

2. Apa yang di maksud dengan manusia sebagai mahluk berbudaya?

kebudayaan yaitu sistem pengetahuan yang meliputi sistem ide gagasan yang terdapat di dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

3. Berikan contoh tentang hubungan manusia dengan kebudayaan!

Hubungan antara manusia dengan kebudayaan tercermin dalam adat istiadat yang ada dalam masyarakat daerah masing-masing, seperti :

  1. Kebudayaan-kebudayaan khusus atas dasar faktor kedaerahan. Contoh: Adat-istiadat melamar di Lampung dan di Minangkabau berbeda. Di Minangkabau biasanya pihak perempuan yang melamar sedangkan di Lampung, pihak laki-laki yang melamar.
  2. Cara hidup di kota dan di desa yang berbeda (urbandanrural ways of life).
 Contoh: Perbedaan anak yang dibesarkan di kota dengan seorang anak yang dibesarkan di desa. Anak kota bersikap lebih terbuka dan berani untuk menonjolkan diri di antara teman-temannya sedangkan seorang anak desa lebih mempunyai sikap percaya pada diri sendiri dan sikap menilai (sense of value).
  3. Kebudayaan-kebudayaan khusus kelas sosial. Di masyarakat dapat dijumpai lapisan sosial yang kita kenal, ada lapisan sosial tinggi, rendah dan menengah. Misalnya cara berpakaian, etiket, pergaulan, bahasa sehari-hari dan cara mengisi waktu senggang. Masing-masing kelas mempunyai kebudayaan yang tidak sama, menghasilkan kepribadian yang tersendiri pula pada setiap individu.
  4. Kebudayaan khusus atas dasar agama. Adanya berbagai masalah di dalam satu agama pun melahirkan kepribadian yang berbeda-beda di kalangan umatnya.
  5. Kebudayaan berdasarkan profesi. Misalnya: kepribadian seorang dokter berbeda dengan kepribadian seorang pengacara dan itu semua berpengaruh pada suasana kekeluargaan dan cara mereka bergaul. Contoh lain, seorang militer mempunyai kepribadian yang sangat erat hubungan dengan tugas-tugasnya. Keluarganya juga sudah biasa berpindah tempat tinggal.

4. Jelaskan tentang kodrat, harkat, dan martabat manusia ?

  1. Kodrat manusia adalah keseluruhan sifat-sifat sah, kemampuan atau bakat bakat alami yang melekat pada manusia.
  2. Harkat manusia artinya derajat manusia.
  3. Martabat manusia artinya harga diri manusia.

5. Bagaimana pendapat Saudara jika manusia mengikuti kebudayaan tapi menentang agama?

Perbedaan budaya dan agama adalah bahwa agama merupakan rentanan dan ajaran yang bersifat vertikal yaitu menjabarkan hubungan manusia dengan Tuhan sedangkan budaya lebih dominan pada tataran horisontal yang membicarakan hubungan antara sesama manusia dan kembali lagi kepada diri kita masing-masing apakah kita lebih bisa memilih kebudayaan yang sesuai dengan ajaran agama yang dianut agar tidak menyimpang dari ajaran agama.

July 2017
M T W T F S S
« Jun   Sep »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Archives