Home » Uncategorized » Tugas Pertemuan 12 [M. Nizar Ayubi]

Tugas Pertemuan 12 [M. Nizar Ayubi]

Peetanyaan :

1.  Mengapa kita perlu mempelajari dan memahami masalah kependudukan dan lingkungan hidup?

2.  Jelaskan pernyataan berikut ini: “Pertumbuhan penduduk yang tinggi disuatu daerah bisa menjadi modal atau beban pembangunan bagi daerah yang bersangkutan.”

3.  Jelaskan mengapa di Indonesia migrasi regional lebih penting untuk dikaji dan di telaah dibandingkan dengan migrasi internasional?

4.  Apa yang dimaksud dengan urbanisasi dan jelaskan factor-faktor yang mempengaruhi tingginya urbanisasi di Indonesia?

5.  Bagaimanakah mengatasi kemacetan yang sering terjadi di daerah perkotaan?

SELAMAT MENGERJAKAN!

Status : 100%

Keterangan : Sudah dikerjakan

Pembuktian :

1.  Mengapa kita perlu mempelajari dan memahami masalah kependudukan dan lingkungan hidup?

Masalah kependudukan yang dihadapi bangsa – bangsa di dunia ternyata tidak hanya masalah kependudukan tetapi juga masalah lingkungan hidup. Masalah lingkungan hidup ini muncul sebagai akibat penduduk yang bertambah cepat yang mengakibatkan ekspoitasi sumber daya alam sebagai unsur lingkungan hidup semakin besar akibat munculnya masalah lingkungan hidup berupa kerusakan unsur – unsur lingkungan hidup (tanah, air, udara, sumber daya alam). Itu semua terjadi karena sikap dan budaya penduduk terhadap kelestarian linkungan kurang dipersiapkan melalui aspek pendidikan seperti halnya penanganan masalah kependudukan, oleh karena itu di Indonesia muncul program pendidikan kependudukan dan lingkungan hidup (PKLH), dalam hal ini pendidikan kependudukan dan lingkungan hidup bisa dibedakan tetapi tidak bisa dipisahkan.

Agar anak didik memiliki pengertian dan kesadaran mengenai faktor – faktor penyabab perkembangan penduduk yang cepat serta interaksi yang erat antara perkembangan penduduk dengan program pembangunan untuk menaikan taraf hidup rakyat.
Agar anak didik memiliki pengertian dan kesadaran akan sebab akibat dari besar – kecilnya keluarga terhadap situasi kehidupan dalam lingkungan keluarga dan masyarakat.
Agar anak didik memiliki pengetahuan, sikap dan perilaku yang rasional dan bertanggung jawab dalam menghadapi masalah kependudukan dan lingkungan baik dalam lingkungan keluarga, masyarakat, kawasan lokal nasional maupun global.

 

2.  Jelaskan pernyataan berikut ini: “Pertumbuhan penduduk yang tinggi disuatu daerah bisa menjadi modal atau beban pembangunan bagi daerah yang bersangkutan.”

Pertumbuhan penduduk yang tinggi yang dapat menimbulkan berbagai masalah kehidupan sosial seperti kurangnya lapangan kerja sehingga menyebabkan tingginya angka pengangguran, orang menganggur berarti tidak berpenghasilan akibatnya menderita kemiskinan dan ini berarti menjadi beban bagi pembangunan masyarakat setempat.
Dampak dari besarnya pengangguran dan kemiskinan menyebabkan munculnya kriminalitas seperti penipuan, pencurian, pemerasan, perampokan, dan lain-lain. Jumlah penduduk yang selalu bertambah berakibat kesempatan memperoleh pendidikan, kesehatan dan fasilitas lainya susah menjangkaunya, selain itu pertumbuhan penduduk yang tinggi bisa menyebabkan ketidakseimbangannya antara kebutuhan dengan fasilitas dan jaminan-jaminan yang tersedia. Apabila pertumbuhan penduduk masih menunjukan kecenderungan yang tinggi maka akan berpengaruh negatif terhadap kehidupan manusia dan lingkungan. Oleh sebab itu perlu usaha untuk menurunkan pertumbuhan penduduk dengan program keluarga berencana (family planning) dan menunda usia pernikahan wanita hingga berumur 20 tahun atau lebih sehingga masa reproduksi semakin rendah.

 

3.  Jelaskan mengapa di Indonesia migrasi regional lebih penting untuk dikaji dan di telaah dibandingkan dengan migrasi internasional?

Migrasi adalah perpindahan penduduk dengan tujuan untuk menetap dari suatu tempat ke tempat lain melewati batas administratif (migrasi internal) atau batas politik/negara (migrasi internasional). Dengan kata lain, migrasi diartikan sebagai perpindahan yang relatif permanent dari suatu daerah (negara) ke daerah (negara) lain. Jenis migrasi adalah pengelompokan migrasi berdasarkan dua dimensi penting dalam analisis migrasi, yaitu dimensi ruang/daerah (spasial) dan dimensi waktu.
Migrasi internasional adalah perpindahan penduduk dari suatu negara ke negara lain. Migrasi internasional merupakan jenis migrasi yang memuat dimensi ruang. Migrasi internal adalah perpindahan penduduk yang terjadi dalam satu negara, misalnya antarpropinsi,antarkota/kabupaten, migrasi dari wilayah perdesaan ke wilayah perkotaan atau satuan administratif lainnya yang lebih rendah daripada tingkat kabupaten/kota, seperti kecamatan dan kelurahan/desa. Migrasi internal merupakan jenis migrasi yang memuat dimensi ruang.

Tinjauan migrasi regional sangat penting dilakukan dari pada migrasi internasional karena terutama terkait dengan kepadatan dan distribusi penduduk yang tidak merata yang ada di daerah migrasi regional, adanya faktor-faktor pendorong dan penarik bagi penduduk untuk melakukan migrasi, kelancaran sarana transportasi antar wilayah, dan pembangunan wilayah dalam kaitannya dengan desentralisasi pembangunan pada daerah migrasi regional.

 

4.  Apa yang dimaksud dengan urbanisasi dan jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi tingginya urbanisasi di Indonesia?

Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa atau daerah ke kota. Urbanisasi terjadi karena adanya anggapan bahwa kota adalah tempat untuk merubah nasib,tempat untuk mencari penghidupan yang lebih baik dan tempat untuk mencari kesenangan.
Urbanisasi merupakan salah satu indikator dari tingkat kemajuan ekonomi suatu negara atau wilayah. Persebaran penduduk yang tidak merata antara desa dengan kota akan menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan sosial kemasyarakatan. Ada beberapa hal yang menyebabkan terjadinya urbanisasi di Indonesia, diantaranya:

Faktor Penarik Terjadinya Urbanisasi

Kehidupan kota yang modern dan mewah
Sarana dan prasarana kota yang lebih lengkap
Banyak lapangan pekerjaan di kota
Di kota banyak gadis cantik dan laki-laki ganteng
Pengaruh buruk sinetron Indonesia
Pendidikan sekolah dan perguruan tinggi jauh lebih baik dan berkualitas

Faktor Pendorong Terjadinya Urbanisasi

Lahan pertanian yang semakin sempit
Merasa tidak cocok dengan budaya tempat asalnya
Menganggur karena tidak banyak lapangan pekerjaan di desa
Terbatasnya sarana dan prasarana di desa
memiliki keinginan yang kuat untuk menjadi orang kaya

Faktor – faktor yang mempengaruhi tingginya urbanisasi di Indonesia 

a. Adanya arus migrasi desa ke kota
Hasil dugaan menunjukkan bahwa migrasi desa-kota dipengaruhi secara nyata oleh upah riel relatif sektor industri, jumlah penduduk desa usia produktif, dummy wilayah dan perubah lagi endogennya. Upah riel relatif sektor industri lebih mempengaruhi proses migrasi desa-kota daripada upah riel sektor pertanian. Hal ini menunjukkan bahwa upah industri lebih menjadi perhatian para migran untuk bermigrasi. Selain itu, faktor usia juga merupakan faktor penting yang mendorong seseorang untuk bermigrasi. Hasil dugaan menunjukkan bahwa migrasi desa-kota akan meningkat jika penduduk desa usia produktif naik. Ditinjau dari nilai elastisitasnya maka migrasi desa-kota lebih responsif terhadap perubahan tingkat pengangguran di perkotaan daripada di pedesaan.

Jika kita mengkategorikan faktor upah riel relatif sektor industri dan tingkat pengangguran di perkotaan sebagai faktor penarik (pull-factor) untuk bermigrasi dan faktor upah riel sektor pertanian serta tingkat pengangguran di pedesaan sebagai faktor pendorong (pusfactor) , maka hasil penemuan ini menunjukkan bahwa migrasi desa-kota lebih disebabkan oleh adanya faktor penarik dari perkotaan daripada faktor pendorong yang ada di pedesaan

b .Adanya pertumbuhan penduduk alami
Pertumbuhan penduduk alami adalah selisih angka kelahiran dan angka kematian penduduk pada suatu daerah.

c. Reklasifikasi wilayah
Reklasifikasi, yaitu perubahan status suatu desa (lokalitas), dari lokalitas rural menjadi lokalitas urban, sesuai dengan kriteria yang ditetapkan dalam Sensus oleh Badan Pusat Statistik.

5.  Bagaimanakah mengatasi kemacetan yang sering terjadi di daerah perkotaan?

  • Penyediaan sarana transportasi umum yang layak. Hal ini dilakukan untuk menarik para penggunan jalan raya agar beralih dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum.
  • Larangan tegas bagi pedagang kaki lima yang berjualan di pinggir jalan dan parkir liar yang sering kali menghambat laju kendaraan.
  • Meningkatkan kapasitas jalan, misalnya: memperlebar jalan, menambah lajur lalu lintas jika memungkinkan, mengurangi konflik di persimpangan dengan membatasi arus belok kanan.
  • Pembatasan kendaraan pribadi, Kebijakan ini memang tidak populer, namun jika kemacetan semakin parah maka harus dilakukan manajemen lalu lintas yang lebih ekstrim

Leave a comment

May 2018
M T W T F S S
« Apr   Sep »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Archives