Home » Articles posted by angganurcahyanto

Author Archives: angganurcahyanto

Tugas Makalah Etika Profesi

Peran Kebudayaan Dalam Membentuk Kepribadian

Daftar Nama kelompok presentasi

Pertanyaan:

Buatlah kelompok presentasi maksimal 5 orang, submit di IMe class dan link di IDu class.

Judul diajukan lebih dari satu, kemudian dari judul-2 tersebut akan disetujui satu judul dan silahkan cek di IDu.

Status: 100% Dikerjakan dengan baik

Keterangan: Saya telah mengerjakan di iMe dan me link hasilnya di iDu

Bukti:

Daftar Nama Kelompok:

Abdul Mufahirullah
Angga Nurcahyanto
Bagus Priambodo
Muhammad Haris Munandar
Muhammad Faisal

Judul:

Peran Kebudayaan Dalam Membentuk Kepribadian
Pengaruh Perkembangan Teknologi Terhadap Perkembangan Kebudayaan Indonesia
Pengaruh Ekonomi Global Terhadap Kebudayaan Indonesia

Rangkuman Pertemuan 9

Ilmu Budaya Dasar (IBD) Dan Ilmu Sosial Dasar (ISD)

Kebudayaan (culture) sering dicampuradukan dengan masyarakat (society), yang sebenarnya arti keduanya berbeda. Kebudayaan adalah sistem nilai dan norma, sementara masyarakat adalah sekumpulan manusia yang secara relatif mandiri, yang hidup bersama-sama cukup lama, yang mendiami suatu wilayah tertentu, memiliki kebudayaan yang sama, dan melakukan sebagain besar kegiatannya dalam kelompok tersebut. Masyarakat adalah suatu organisasi manusia yang saling berhubungan satu sama lain. Kebudayaan adalah suatu sistem nilai dan norma yang terorganisasi yang menjadi pegangan bagi masyarakat tersebut.

Kebutuhan masyarakat yang sebagian besar telah dipenuhi oleh ciptaannya sendiri yaitu kebudayaan. Demikian luasnya ciptaan manusia itu tentunya menggunakan ilmu pengetahuan yang didapatkan dari berbagai disiplin ilmu. Salah satu materi dasar yang berkitan dengan masyarakat ditelaah dalam Ilmu Sosial Dasar (ISD). ISD adalah pengetahuan yang menelaah masalah-masalah sosial, khususnya masalah-masalah yang diwujudkan oleh masyarakat Indonesia dengan menggunakan pengertian-pengertian (fakta, konsep, teori) yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu sosial seperti sejarah, geografi sosial, sosiologi, psikologi sosial, ilmu politik, ekonomi, antropologi sosial dan lain-lain.

Materi ISD terdiri dari masalah-masalah sosial. Untuk dapat menelaah masalah-masalah sosial hendaknya terlebih dahulu kita mengidentifikasi kenyataan-kenyataan masalah sosial dan memehami sejumlah konsep sosial tertentu. Sehingga dengan demikian ISD dibedakan atas tiga golongan yaitu :

  1. Kenyataan-kenyataan yang ada di dalam masyarakat yang secara bersama-sama merupakan masalah sosial tertentu. Kenyataan-kenyataan sosial tersebut ditanggapi secara berbeda oleh para ahli ilmu-ilmu sosial karena adanya perbedaan latar belakang disiplin ilmu atau sudut pandangnya. Dalam ilmu sosial dasar kita menggunakan pendekatan interdisiplin/multidisiplin.
  2. Konsep-konsep dasar atau pengertian-pengertian tentang kenyataan-kenyataan sosial dibatasi pada konsep dasar saja yang sangat diperlukan untuk mempelajari ilmu-ilmu sosial yang dibahas dalam ilmu pengetahuan sosial. Sebagai contoh dalam konsep semacam itu misalnya konsep“keanekaragaman” dan konsep “kesatuan sosial”. Bertolak dari kedua konsep tersebut di atas maka dapat kita pahami dan sadari bahwa di dalam masyarakat selalu terdapat :
    1. Persamaan dan perbedaan pola pemikiran dan pola tingkah laku baik secara individual atau kelompok/golongan.
    2. Persamaan dan perbedaan kepentingan. Persamaan dan perbedaan itulah yang menyebabkan sering timbulnya konflik/pertentangan, kerjasama, kesetiakawanan antar individu atau golongan.
    1. Masalah-masalah yang timbul dalam masyarakat biasanya terlibat dalam berbagai kenyataan-kenyataan sosial yang antara satu dengan yang lainya saling berkaitan.

ISD sebagai mata kuliah berkehidupan, bermasyarakat, dan pendidikan umum, dimana kita dapat memahami dan menyadari adanya kenyataan-kenyataan sosial dan masalah-masalah sosial yang ada di masyarakat, diantaranya kita dituntut untuk :

  1. Peka terhadap masalah-masalah sosial dan tanggap untuk ikut serta dalam usaha-usaha menanggulanginya.
  2. Menyadari bahwa setiap masalah sosial yang timbul dalam masyakat selalu bersifat kompleks dan hanya dapat mendekatinya, mempelajarinya, secara kritis-interdisipliner.
  3. Memahami jalan pikiran para ahli dari bidang ilmu pengetahuan lain dan dapat berkomunikasi dengan mereka dalam rangka penanggulangan masalah sosial yang timbul dalam masyarakat.

Lebih spesifik lagi bagi mahasiswa bahwa tujuan belajar ISD adalah agar :

  1. Mahasiswa memiliki kesiapan untuk menekuni dunia keilmuan.
  2. Mahasiswa bisa mengerti dan memahami prinsip filsafaat ilmu sebagai landasan mengerti dan memahami berbagai fenomena sosial kontemporer.
  3. Mahasiswa mampu memahami berbagai konsep ilmu sosial yang akan digunakan sebagai instrumen memetakan segala problematika sosial kemasyarakatan.

Pada tataran selanjutnya pemahaman itu akan menggerakkan kemampuan untuk berproses dalam keterciptaan ilmu pengetahuan. Artinya pada simpul akhir mahasiswa tidak menerima begitu saja teori dan hukum ilmiah yang telah ada, melainkan mampu melahirkan teori dan kajian-kajian atas fenomena sosial sebagai karya personal mereka. Sehingga, mata kuliah ISD menjadi mata kuliah pengantar demi tujuan tersebut.

Materi ISD terdiri atas masalah-masalah sosial. Untuk dapat menelaah masalah-masalah sosial, hendaknya terlebih dahulu kita dapat mengindentifikasi kenyataan-kenyataan sosial dan memahami sejumlah konsep sosial tertentu. Sehingga dengan demikian bahan pelajaran Ilmu Sosial Dasar dapat dibedakan atas tiga golongan yaitu :

  1. Kenyataan-kenyataan sosial tersebut sering ditanggapi secara berbeda oleh para ahli ilmu-ilmu sosial, karena adanya perbedaan latar belakang disiplin ilmu atau sudut pandangnya. Dalam Ilmu Sosial Dasar kita menggunakan pendekatan interdisiplin/multidisiplin.
  2. Konsep-konsep sosial atau pengertian-pengertian tentang kenyataan-kenyataan sosial dibatasi pada konsep dasar atau elementer saja yang sangat diperlukan untuk mempelajari masalah-masalah sosial yang dibahas dalam Ilmu Pengetahuan sosial. Sebagai contoh dari konsep dasar semacam itu misalnya konsep “keanekaragaman” dan kosep “Kesatuan sosial”.
  3. Masalah-masalah sosial yang timbul dalam masyarakat, biasanya terlibat dalam berbagai kenyataan-kenyataan sosial yang antara satu dengan lainnya saling berkaitan.

ISD Sebagai Mata Kuliah Kehidupan Bermasyarakat

  1. Berjiwa Pancasila sehingga segala keputusan serta tindakannya mencerminkan pengalaman nilai-nilai Pancasila dan memiliki integritas kepribadian yang tinggi.
  2. Takwa terhadap Tuhan yang Maha Esa, bersikap sesuai dengan ajaran agamanya dan memiliki tenggang rasa terhadap pemeluk agama lain.
  3. Memiliki wawasan yang komprehensif dan pendekatan intergral di dalam menyikapi kehidupan sosial.
  4. Memilki wawasan budaya yang luas tentang kehidupan bermasyarakat dan mampu berperan serta.

Sasaran studi ISD adalah aspek-aspek yg paling dasar yg ada dalam kehidupan manusia sebagai makhluk sosial dan masalah-masalah yg terwujud dari padanya. ISD meliputi dua kelompok utama, studi manusia dan masyarakat dan studi lembaga-lembaga sosial, yang terutama terdiri atas psikologi, sosiologi, dan antropologi, sedang yg kemudian terdiri atas ekonomi dan politik.

Menurut masyarakat, segala sesuatu yang menyangkut kepentingan umum adalah masalah sosial.

Menurut para ahli, suatu kondisi yang terwujud dalam masyarakat berdasarkan atas studi, mempunyai sifat yang menimbulkan kekacauan.

Essay : Kuesioner PEN+

Pertanyaan :

  • Silahkan isi Kuesioner Pen+ (Penilaian Plus) DISINI~
  • Semua jawaban dibuat di iMe Class dengan cara “add new post” ^^.
  • Dan di submit di iDu dengan mengandung 4 unsur cara menjawab assignment

 

Status :  Tercapai 100%

Keterangan : Saya sudah mengisi kuesioner PEN+

Bukti :  

Pandangan LGBT Terhadap budaya dan Agama di Indonesia

Sejarah Keberadaan LGBT

Dalam sejarahnya di masa lalu, keberadaan kaum LGBT di Barat (Eropa) bukan hanya dilarang oleh masyarakat dan institusi agama, tetapi juga dilarang secara hukum dan di kriminalkan oleh negara. Dengan dasar pembenaran atau interpretasi dari teks Injil atau ajaran kristiani (kisah Sodom dan Gomora), kaum lesbian dianggap sebagai kaum yang berdosa dan dikutuk oleh Tuhan sehingga harus dimusnahkan.

Pada tahun 1960-an kaum LGBT (hampir seluruh Eropa) secara tegas menuntut kesamaan hak dengan warga negara lainnya tanpa membedakan orientasi seksualnya. Di Amsterdam, pada tanggal 4 Mei 1970 Aksi Kelompok gay Muda Amsterdam (Amsterdamse Jongeren Aktiegroep Homoseksualiteit) melakukan aksi peringatan nasional untuk para korban meninggal akibat kekerasan yang dialami korban homoseksual. Peringatan ini dilakukan di Bundaran Dam namun polisi membubarkan aksi ini dan menangkap beberapa aktivis dengan tuduhan telah mengganggu ketertiban umum.

Pada bulan Mei 1979, dicetuskan dari ide anggota Center for Culture and Recreation sebuah organisasi lesbian yang didirikan pertama kali di Amsterdam tahun 1946 untuk mendirikan sebuah monument peringatan bagi kaum homoseksual yang bekerja sama dengan kelompok gay dari Partai Sosialist Pasifist (The Gay Group of The Pasifist Socialist Party). Ide ini mendapat dukungan dari kelompok gay dan lesbian, baik dari individu maupun kelompok yang terdiri dari 7152 group lesbian dan gay juga dukungan dan antusiasme dari dunia internasional.

Untuk merealisasikannya, dilakukan pencarian dana dengan membentuk Komite Pencarian Dana (Fund Raising Committee) yang beranggotakan para aktivis gay dan lesbian, politisi, seniman dan aktivis keagamaan.

Sejarah LGBT di Indonesia

LGBT masuk ke Indonesia sejak era 1960-an. Ada yang menyebut dekade 1920-an. Namun, pendapat paling banyak menyebut fenomena LGBT ini sudah mulai ada sekitar dekade 60-an. Lalu, ia berkembang pada dekade 80-an, 90-an, dan meledak pada era milenium 2.000 hingga sekarang.

Jadi, secara kronologis, perkembangan LGBT ini sesungguhnya telah dimulai sejak era 1960-an. Kalau dulu terkenal Sentul dan Kantil, kini sebutannya adalah Buci dan Femme.LGBT selalu menggunakan hak seksualitas dan hak asasi manusia sebagai tamengnya. Namun, mereka lupa masyarakat Indonesia yang tidak sepakat dengan LGBT juga memiliki hak asasi. Kalau mereka menggunakan hak itu untuk senjata agar diterima, masyarakat juga punya hak asasi menyelamatkan generasi dari LGBT. Menyelamatkan dari seks menyimpang, menyalahi fitrah manusia, norma, dan agama.

Kaum LGBT dan pendukungnya juga menuding agama Islam, Kristen, dan masyarakat yang menolak LGBT dianggap konsevatif. Pertanyaannya: agama mana yang menerima LGBT? Islam, Kristen, bahkan Yahudi melarang gaya hidup LGBT. Tak ada agama yang mengizinkan. Jadi, LGBT menganut agama apa, budaya mana?

PENJELASAN LGBT DALAM AGAMA ISLAM DAN BUDAYA

Pandangan Islam

Dalam Islam LGBT dikenal dengan dua istilah, yaitu Liwath (gay) dan Sihaaq (lesbian).Liwath (gay) adalah perbuatan yang dilakukan oleh laki-laki dengan cara memasukandzakar (penis)nya kedalam dubur laki-laki lain. Liwath adalah suatu kata (penamaan) yang dinisbatkan kepada kaumnya Luth ‘Alaihis salam, karena kaum Nabi Luth ‘Alaihis salamadalah kaum yang pertama kali melakukan perbuatan ini (Hukmu al-liwath wa al-Sihaaq, hal. 1). Allah SWT menamakan perbuatan ini dengan perbuatan yang keji (fahisy) danmelampui batas (musrifun). Sebagaimana Allah terangkan dalam al Quran:

وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ ( ) إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ ( )

 

“Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu. Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melampiaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, bahkan kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.” (TQS. Al ‘Araf: 80 – 81)

Sedangkan Sihaaq (lesbian) adalah hubungan cinta birahi antara sesama wanita dengan image dua orang wanita saling menggesek-gesekkan anggota tubuh (farji’)nya antara satu dengan yang lainnya, hingga keduanya merasakan kelezatan dalam berhubungan tersebut (Sayyid Sabiq, Fiqhu as-Sunnah, Juz 4/hal. 51).

Hukum Sihaaq (lesbian) sebagaimana dijelaskan oleh Abul Ahmad Muhammad Al-Khidir bin Nursalim Al-Limboriy Al-Mulky (Hukmu al liwath wa al Sihaaq, hal. 13) adalah haram berdasarkan dalil hadits  Abu Said Al-Khudriy yang diriwayatkan oleh Al-Imam Muslim (no. 338), At-Tirmidzi (no. 2793) dan Abu Dawud (no. 4018) bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

«لاَ يَنْظُرُ الرَّجُلُ إِلَى عَوْرَةِ الرَّجُلِ وَلاَ الْمَرْأَةُ إِلَى عَوْرَةِ الْمَرْأَةِ وَلاَ يُفْضِى الرَّجُلُ إِلَى الرَّجُلِ فِى ثَوْبٍ وَاحِدٍ وَلاَ تُفْضِى الْمَرْأَةُ إِلَى الْمَرْأَةِ فِى الثَّوْبِ الْوَاحِدِ».

 

“Janganlah seorang laki-laki melihat aurat laki-laki lain, dan jangan pula seorang wanita melihat aurat wanita lain. Dan janganlah seorang laki-laki memakai satu selimut dengan laki-laki lain, dan jangan pula seorang wanita memakai satu selimut dengan wanita lain”

Terhadap pelaku homoseks, Allah swt dan Rasulullah saw benar-benar melaknat perbuatan tersebut. Al-Imam Abu Abdillah Adz-Dzahabiy -Rahimahullah- dalam Kitabnya “Al-Kabair” [hal.40] telah memasukan homoseks sebagai dosa yang besar dan beliau berkata: “Sungguh Allah telah menyebutkan kepada kita kisah kaum Luth dalam beberapa tempat dalam Al-Qur’an Al-Aziz, Allah telah membinasakan mereka akibat perbuatan keji mereka. Kaum muslimin dan selain mereka dari kalangan pemeluk agama yang ada, bersepakat bahwa homoseks termasuk dosa besar”.

Hal ini ditunjukkan bagaimana Allah swt menghukum kaum Nabi Luth yang melakukan penyimpangan dengan azab yang sangat besar dan dahsyat, membalikan tanah tempat tinggal mereka, dan diakhiri hujanan batu yang membumihanguskan mereka, sebagaimana dijelaskan dalam surat Al-Hijr ayat 74:

 LGBT dalam budaya Indonesia

Dalam masyarakat dengan nilai-nilai kepercayaan budaya tradisional seperti Indonesia, bisa dipastikan peluang masyarakat berkecenderungan homopobia, terbuka begitu lebarnya. Tak mengherankan kalau kaum minoritas para lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT), sama sekali tidak mendapat tempat dan semakin termarginalisasi dari masyarakat.

Kecenderungan masyarakat Indonesia untuk membenci para LGBT, didasarkan atas kepercayaan yang mengatakan bahwa hubungan sesama jenis kelamin adalah dosa yang tidak termaafkan. Kalaupun tidak mengkambinghitamkan agama yang melarang aktivitas seksual LGBT, budaya barbar Barat-lah yang kemudian dijadikan alasan. Bahwa jika mereka mengenal seorang LGBT, ia lantas dikatakan terlalu banyak terpengaruh budaya “luar”. Penganggapan seseorang dengan kecenderungan bukan heteroseksual sebagai “orang luar”, kemudian menjadi semacam isyarat untuk meng-alien-asikan seseorang atau sekelompok orang dari segala bidang pemberdayaan, sebut saja pendidikan. Tak jarang mereka yang memiliki orientasi seksual sesama jenis ini, mendapat olok-olok dan menjadi bulan-bulanan pada lingkup di mana ia berada, seperti sekolah. Sehingga, banyak para remaja yang pada akhirnya keluar dari lingkup institusi pendidikan dengan alasan tak tahan atas cemoohan yang biasa dilakukan teman sejawatnya sendiri atau orang-orang di lingkungan tersebut. Fenomena ini lalu menjadi dampak lanjutan terhadap para LGBT yang dibatasi dari dunia kerja.

Tentu kita semua tahu stereotipe terhadap para transgender, yang biasanya turun ke jalan melacurkan diri demi memenuhi kebutuhan hidupnya, bekerja di salon, atau menjadi penghibur karena tak banyak ruang diberikan kepada mereka). Itu terjadi dikarenakan oleh tidak dibekalinya mereka dengan keterampilan dan pengetahuan memadai yang mampu memberdayakan mereka. Kalaupun memang ternyata mereka berpendidikan, pada akhirnya, mereka juga tidak bisa memanfaatkan bekalnya karena banyak ketidakadilan pada dunia kerja yang masih memandang sebelah mata terhadap kaum transgender. Tak urung mereka pun diposisikan pada dunia hiburan sebagai penghibur malam, yang mengundang senda gurai para penonton laki-laki. Meski tak menutup kemungkinan tentu saja ada banyak transgender yang bekerja sebagai eksekutif profesional dengan perjuangan yang berlipat-lipat ganda.

Kesimpulan :

  1. Hubungan sesama jenis yang dilakukan manusia sudah dilarang oleh agama manapun. Dalam sebuah sejarah agama pun pernah terjadi dan mereka mendapat suatu balasan dari tuhan.
  2. Untuk Hak yang diberikan oleh pemerintah, jika memang sudah ada organisasi ini sebaiknya dibatasi dan diatur oleh undang-undang atau perlu diberi hukuman mati kepada seluruh pengikut dan penganutnya.
  3. Suatu bencana akan terjadi bila ini tetap diperbolehkan untuk berkembang.
  4. Dan ini merupakan suatu penyakit jiwa yang menular jika tidak diatasi atau ditangani dengan benar.

 

Raharja Career

KATA PENGANTAR

Assalmu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Segala puji bagi Allah yang telah memberikan saya kemudahan sehingga dapat menyelesaikan tugas ini. Shalawat dan salam semoga terlimpah curahkan kepada baginda tercinta kita yakni Nabi Muhammad SAW. Memuat tugas-tugas yang telah diberikan oleh Dosen Kebudayaan Indonesia. Yang telah saya susun berdasarkan tugas yang telah diberikan. Walaupun ini kurang sempurna dan memerlukan perbaikan oleh karena itu saya tidak menutup untuk kritikan terhadap tugas yang telah saya buat.

Saya juga mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang telah membantu saya untuk mengunjungi stand-stand Raharja Career. Karena ini merupakan sebuah tugas yang diberikan untuk memenuhi syarat suatu nilai dimata kuliah.

Saya berharap, semua ini bermanfaat bagi kita. Saya juga tidak menutup pintu untuk sebuah kritikan yang diberikan kepada saya atas tugas yang saya kerjakan dan kegiatan-kegiatan lainnya.

 

Tangerang, 26 Februari 2016

 

Penyusun

Angga Nurcahyanto

PENDAHULUAN

  1. LATAR BELAKANG

Raharja Career merupakan pameran hasil karya mahasiswa Raharja yang akan menyelesaikan skripsi atau tugas akhirnya di perguruan tinggi Raharja. Dan dilaksanakan sebelum sidang komprehensif. Kegiatan ini diadakan tiap semester berlangsung selama 2 hari dan menjadi tugas bagi mahasiswa yang belum mendapat tugas akhirnya.

Ada berbagai macam program dan robotik yang dipamerkan dalam acara ini, dan juga marchendise yang diberikan oleh peserta Raharja Career saat pengunjung melihat produk atau program yang mereka buat.

Raharja Career ini bertujuan untuk melatih mental pribadi Raharja saat mereka menghadapi sidang tanya jawab seputar produk atau program yang mereka buat. Dan kegiatan ini dapat juga memberikan gambaran bagi Pribadi Raharja yang akan melaksanakan tugas akhir atau Skripsi untuk memberikan wawasan mengenai produk atau proyek yang akan mereka hasilkan nanti.

Mata kuliah yang sedang saya jalankan di Semester ini adalah Mata Kuliah Kebudayaan Indonesia, dimana mata kuliah ini menjelaskan tentang kebudayaan yang berkembang di Indonesia. Kajian kebudayaan Indonesia dimulai dengan pemahaman terhadap konsep-konsep kebudayaan, perkembangan sejarah kebudayaan Indonesia dan bagaimana karakteristik kebudayaan Indonesia. Pemahaman terhadap kebudayaan Indonesia dapat memperluas wawasan dalam melihat proses pembentukan bangsa Indonesia seperti adanya sekarang ini, yang multi etnis, multi budaya dan multi agama dan kepercayaan. Melalui pemahaman tersebut akan tumbuh penghormatan dan penghargaan akan keanekaragaman tersebut dalam perspektif kebangsaan Indonesia.

Menurut Koentjraningrat, budaya merupakan nilai-nilai yang telah menjadi kebiasaan, keseluruhan sistem gagasan tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan cara belajar. Dan dengan diadakannya kegiatan Raharja Career ini, para mahasiswa dan mahasiswi STMIK Raharja dapat melihat dan mengapresiasi berbagai macam karya-karya yang dibuat oleh para peserta Raharja Career dan dapat menjadi gambaran serta memberikan wawasan mengenai produk yang akan mereka hasilkan.

  1. TUJUAN PENULISAN

Tujuan makalah ini dibuat adalah untuk menyelesaikan tugas matakuliah Kebudayaan Indonesia. Dengan adanya penulisan ini untuk melatih mahasiswa/I menggunakan bahasa penulisan yang baik dan benar saat menyusun sebuah makalah.

Dan memberikan kritik terhadap sesuatu yang ada disekitar mereka dengan etika dan budaya yang baik sesuai dengan budaya sosial masyarakat Indonesia.

 

URAIAN

            Raharja Career merupakan acara rutin yang di adakan di Perguruan Tinggi Raharja satu tahun dua kali atau setiap semester. Pada Raharja Career di semester ini, diadakan pada tanggal 23-24 Februari 2016 yang bertempat di Basement gedung Lake View yang dibagi menjadi dua sesi, yaitu sesi pagi dan sesi siang. Sama seperti kegiatan Raharja Career di tahun-tahun sebelumnya, kegiatan ini sebagai sarana bagi para pribadi raharja yang telah menyelesaikan TA/Skripsi-nya di Perguruan Tinggi Raharja dimana hasil karya mereka dipamerkan atau ditampilkan kepada para mahasiswa dan mahasiswi yang nantinya sama-sama akan menjalankan TA/Skripsi. Sehingga para mahasiswa dan mahasiswi lainnya mendapatkan gambaran dan wawasan untuk menghasilkan produk atau proyek yang akan mereka hasilkan nantinya.

Ada beberapa booth atau stand yang saya kunjungi. Salah satunya stand kak Elfan Lutfi Hermawan, ia membuat sistem pembangkit listrik tenaga surya berbasis mikrokontroller atmega 328. Jurusan yang diambil adalah sistem komputer S1. Dan saya cukup tertarik terhadap produk yang dibuatnya karena cukup inovatif untuk diterapkan pada sebuah perkotaan. Karena masih sangat jarang tempat yang menerapkan rancangan yang serupa atau sama dengan yang dibuat.

Semua peserta Raharja Career yang mengikutinya menampilkan hasil karya buatan mereka dengan sangat baik. Tidak lupa para peserta memberikan souvenir atau marchendise kepada para pengunjung yang mendatangi booth atau stand mereka. Dan peserta bersedia melakukan tanya jawab kepada pengunjung yang bertanya seputar karya yang mereka buat. Kegiatan ini menarik mahasiswa dan dosen Raharja untuk melihat hasil karya mahasiswa mereka.

Tidak ketinggalan juga perwakilan dari perusahaan luar kota juga turut mengunjungi untuk melihat atau bertanya kepada para peserta Raharja Career. Dan peserta menjelaskan tentang produk atau program yang mereka buat dengan detail. Tidak menutup kemungkinan jika perwakilan perusahaan tersebut tertarik untuk menerapkan hasil karya peserta dipakai pada perusahaan mereka.

 

KESIMPULAN

            Acara ata event ini sering diadakan tiap semeseter sebagai motivasi atau referensi bagi mahasiswa yang akan melaksanakan Tugas Akhir atau skripsi yang mereka kerjakan. Dan dapat menarik minat perusahaan-perusahaan di Tangerang atau bahkan dari luar untuk menjalin kerjasama dengan Perguruan Tinggi Raharja.

Dan dapat melatih mental para pribadi Raharja yang ingin meneruskan hasil karyanya atau berwirausaha terhadap hasil karya yang mereka buat.

 

SARAN

            Seharusnya acara seperti ini diadakan dengan suasana atau tema yang berbeda. Agar menimbulkan kesan yang yang tidak membosankan setiap acara atau event ini diadakan.

Cermi dan SKUP Angga Nurcahyanto

Assalamualaikum..

Salam pribadi Raharja.

perkenalkan nama saya Angga nurcahyanto, saya merupakan salah satu mahasiswa jurusan Sistem Informasi dengan konsentrasi Business Intelligence. Saat ini saya berada di semester 2, saya akan melampirkan biodata saya dan lampiran tabel untuk tugas sebagai berikut :

Nama : Angga nurcahyanto

Nim : 15124833326

Jurusan : Sistem Informasi

Konsentrasi : Business Inteligence

TTL : Tangerang, 25 januari 1997

Alamat : Jl. Palma 2 no.25 Rt 06/05 pondok rejeki, kutabaru, pasar kemis, kab. tangerang.

Rinfo : angga.nur@raharja.info

Pendidikan :

  • SD Kutabaru 01
  • SD Periuk 6
  • SMPN 2 Tangerang
  • SMK Yuppentek 1 TANGERANG
NO ASSIGNMENT STATUS GRADE
1  SKUP dan Cermi  Done
2  Request Author  Done
3  Raharja Careeer  Done
4  Latihan 1  DOne
5 Latihan 2  DOne
6  Latihan 3  Done
7  Latihan 4  Done
8  Pandangan Saudara Tentang LGBT  Done
9  Latihan Kebudayaan Indonesia  Done
10  Essay : Kuesioner PEN+  DONE
11  Latihan 5  DONE
12  Latihan 8  DONE
13  Latihan 9  DONE
14
15
16
17
18
19
February 2019
M T W T F S S
« Oct    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728  

Archives