Home » Articles posted by Ayu Suciani

Author Archives: Ayu Suciani

Membuat Artikel 4

Instructions
Harap perhatikan!

Ini merupakan tugas individual terakhir dalam rangka menyelesaikan perkuliahan Kebudayaan Indonesia, tidak ada toleransi keterlambatan atau alasan apapun bagi yang tidak membuat dan tidak mengirimkan tugas terakhir ini akan berpengaruh terhadap hasil nilai akhir.

Tugas hanya boleh dibuat didalam iMe ul102, bukan dalam iMe personal atau Dropbox.

Tugas sebagai berikut :

cari artikel/tulisan yang membahas tentang pentingnya melestarikan budaya/kebudayaan Indonesia. (tulisan dapat diambil dari berbagai sumber, buku, majalah, internet, dll.)
beri komentar/ulasan/pendapat Anda dengan pertanyaan 5W+1H beserta jawabannya. (Contoh : Apa pentingnya melestarikan budaya; Mengapa harus dilestarikan dan seterusnya………..dan seterusnya)
tugas yang tidak dilengkapi dengan komentar/ulasan/pendapat diri sendiri, tidak akan diberikan nilai dan otomatis akan mempengaruhi nilai akhir.
tugas yang tidak dibuat dalam iMe ul102 tidak akan mendapat nilai.

Status : Tercapai

Keterangan : Saya telah mengerjakan tugas ini

Pembuktian :

Keanekaragaman budaya indonesia menjadi daya tarik bangsa lain dari belahan dunia,bahkan mereka juga mempelajarinya karena selain beraneka ragam, budaya Indonesia dikenal sangat unik.Budaya juga merupakan identitas bangsa yang harus dihormati dan dijaga serta perlu dilestarikan agar kebudayaan kita tidak hilang dan bisa menjadi warisan anak cucu kita kelak. Hal ini tentu menjadi tanggungjawab para generasi muda dan juga perlu dukungan dari berbagai pihak, karena ketahanan budaya merupakan salah satu Identitas suatu negara. Kebanggaan bangsa indonesia akan budaya yang beraneka ragam sekaligus mengundang tantangan bagi seluruh rakyat untuk mempertahankan budaya lokal agar tidak hilang ataupun dicuri oleh bangsa lain. Sudah banyak kasus bahwa budaya kita banyak yang dicuri karena ketidakpedulian para generasi penerus, dan ini merupakan pelajaran berharga karena Kebudayaan Bangsa Indonesia adalah harta yang mempunyai nilai yang cukup tinggi di mata masyarakat dunia.Dengan melestarikan budaya lokal,supaya budaya kita tidak diakui oleh Negara lain dan kita bisa menjaga budaya bangsa dari pengaruh budaya asing.
Tetapi masyarakat kita kini sudah banyak meninggalkan nilai-nilai tersebut, padahal inilah identitas budaya kita. Jangan sampai kita terjajah oleh budaya luar bukan hanya kebudayaan kita tetapi cara berbicara kita pun sudah mulai terjajah. Kita lancar berbahasa inggris atau bahasa luar lainnya tetapi mengapa kita tidak tahu bahkan tidak bisa berbicara bahasa daerah kita sendiri.
Para pemuda tahu & bahkan semangat untuk belajar breakdance dan tarian-tarian luar,sedangkan tidak mau belajar tarian-tarian tradisional atau tarian budaya kita sendiri. Merekapun lebih mengenal lagu-lagu dari luar dibanding lagu daerah Indonesia.
Untuk para generasi-generasi muda mulailah kita menumbuhkan kesadaran serta rasa memiliki akan budaya tersebut, sehingga dengan rasa memiliki serta mencintai budaya Indonesia,akan membuat kita mempelajarinya sehingga budaya akan tetap ada karena pewaris kebudayaan juga ada.
Mengapa mempelajari dan melestarikan budaya Indonesia itu penting? Karena jika mata dunia internasional melihat budaya kita sebagai budaya yang menarik, tentunya akan banyak wisatawan-wisatawan mancanegara yang singgah sebentar untuk melihat indahnya budaya kita. Hal ini pastinya akan membuat omset usaha-usaha tradisional masyarakat Indonesia semakin meningkat dan menaikkan pendapatan per kapita masyarakat Indonesia. Ini juga membuat Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki beragam budaya yang menarik.

Jika hal-hal di atas sudah kita lakukan, tentu saja saat ini tidak akan ada kekecewaan dan kemarahan dalam diri kita terhadap negara tetangga yang mengklaim budaya-budaya Indonesia, kan? 🙂

1. Apa pentingnya melestarikan budaya ?
Jawab :
Karena pelestarian kebudayaan sangat penting dan akan lebih efektif lagi apabila dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi pada setiap orang. Mulai dari hal yang paling sederhana, budaya harus dikenalkan kepada seseorang sejak usia dini. Salah satunya melalui pengenalan bahasa. Dalam kehidupan nyata, pada saat ini banyak dijumpai masyarakat yang merasa bangga apabila anak-anak mereka mampu berbicara dalam Bahasa Inggris pada usia dini. Di sisi lain, mereka tidak merasa khawatir apabila anak-anak tersebut tidak memiliki kecakapan berkomunikasi menggunakan bahasa daerah.

2. Mengapa kita harus melestarikan budaya indonesia?
Jawab :
Agar budaya kita tidak punah dan karena jika mata dunia internasional melihat budaya kita sebagai budaya yang menarik, tentunya akan banyak wisatawan-wisatawan mancanegara yang singgah sebentar untuk melihat indahnya budaya kita. Hal ini pastinya akan membuat omset usaha-usaha tradisional masyarakat Indonesia semakin meningkat dan menaikkan pendapatan per kapita masyarakat Indonesia. Ini juga membuat Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki beragam budaya yang menarik.

3. Kapan kita mulai melestarikan budaya ?
Jawab :
Dari anak anak sejak dini kita harus mengajarkan cara melestarikan, mencintai dan menjaga budaya kita agar tidak punah.

4. Siapa yang harus melestarikan budaya ?
Jawab :
Anak anak, remaja, dewasa, orang tua dan semua masyarakat.

5. Dimana kita harus melestarikan budaya ?
Jawab :
Di lingkungan, di keluarga, di masyarakat dan dimanapun kita berada.

6. Bagaimana cara melestarikan budaya ?
Jawab :
-Memiliki antusias yang tinggi terhadap budaya Indonesia dengan bergabung di salah satu sanggar khusus kebudayaan Indonesia;
-Menampilkan seperti apa kebudayaan kita dengan menarikan tarian-tarian tradisional Indonesia;
-Memperkenalkan kepada dunia tentang asyik nya mempelajari kebudayaan Indonesia, salah satunya melalui jejaring sosial, dll;
-Menunjukkan rasa ketertarikan yang tinggi terhadap kebudayaan Indonesia di depan negara lain.

Membuat Artikel 3

Pertanyaan :
Cari tulisan/artikel yang mengulas mengenai SIMPATI dan EMPATI

Apa perbedaan dan persamaannya dari kedua hal tersebut?
Faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi seseorang bersimpati dan berempati?
Buatkan ringkasan pemikiran dan pendapat Anda sendiri dalam format iMe atau doc.

Status : Tercapai

Keterangan : Saya telah mencari artikel yang mengulas mengenai simpati dan empati

Pembuktian :
PERBEDAAN :
Simpati adalah suatu proses dimana seseorang merasa tertarik terhadap pihak lain, sehingga mampu merasakan apa yang dialami, dilakukan dan diderita orang lain.

Empati adalah kemampuan dengan berbagai definisi yang berbeda yang mencakup spektrum yang luas, berkisar pada orang lain yang menciptakan keinginan untuk menolong, mengalami emosi yang serupa dengan emosi orang lain, mengetahui apa yang orang lain rasakan dan pikirkan, mengaburkan garis antara diri dan orang lain.

PERSAMAAN :
Persamaan dari simpati dan empati adalah sama-sama merasakan situasi yang dirasakan orang lain dan saling peduli

Faktor-faktor yang memengaruhi bersimpati:
-Kesamaan pandangan
-Kesamaan kepentingan
-Kesamaan faktor-faktor historis
-Kesamaan rasial

Faktor-faktor yang memengaruhi berempati :
-Sosialisasi
-Perkembangan kognitif
-Mood dan Feeling
-Situasi dan tempat
-Komunikasi

Membuat Artikel

Pertanyaan :

Cari artikel atau tulisan berisi tentang

1. Nama dan contoh rumah-rumah adat yang ada di Indonesia

2. Nama kesenian tradisioanal, upacara adat, pesta adat yang ada di Indonesia

Buat tulisan tersebut dalam format iMe atau doc

Submit file/link nya dalam format jawaban.

Status : Tercapai

Keterangan : Saya telah mengerjakan tugas ini

Pembuktian :
Pertanyaan :

Cari artikel atau tulisan berisi tentang
1. Nama dan contoh rumah-rumah adat yang ada di Indonesia
2. Nama kesenian tradisioanal, upacara adat, pesta adat yang ada di Indonesia

Buat tulisan tersebut dalam format iMe atau doc
Submit file/link nya dalam format jawaban.

Status :
Tercapai

Keterangan :
Saya telah mengerjakan tugas dengan baik

Pembuktian :

1. Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Ibukota nya adalah Banda Aceh
– Kesenian tradisional :
– Upacara adat : Upacara Adat Peucicap, Peutron Aneuk
– Pesta adat : –
– Rumah Adat : Rumah Krong Bade

2. Provinsi Sumatera Utara
– Kesenian tradisional :
– Upacara adat : Upacara Martutuaek, Upacara Mengebang, Upacara Khitanan, Upacara Kematian, upacara Lompat Batu, Upacara Mangongkal Holi
– Pesta adat : –
– Rumah Adat : Rumah Balai Batak Toba, Rumah Bolon

3. Provinsi Sumatera Barat
– Kesenian tradisional :
– Upacara adat : Balimau, UPACARA TAMAIK KAJI, Pergi melayat
– Pesta adat : Randai
– Rumah Adat : Rumah Gadang

4. Provinsi Riau
– Kesenian tradisional : Tari Joged Lambak, Pedang Jenawi
– Upacara adat : Upacara Bakar Tongkang
– Pesta adat : Makyong
– Rumah Adat :
1. Balai Salaso Jatuh atau
Rumah Adat Selaso Jatuh Kembar
2. Rumah Melayu Atap Belah Bubung
3. Rumah Melayu Atap Lipat Kajang
4. Rumah Melayu Atap Lontik

5. Provinsi Kepulauan Riau
– Kesenian tradisional : Tari Tandak
– Upacara adat : Upacara Basuh lantai, Upacara Ratif Saman
– Pesta adat : Teater Mendu, Teater Lang-lang Buana, Wayang Bangsawan
– Rumah Adat : Rumah Melayu Atap Limas Potong , Rumah Belah Bubung

6. Provinsi Jambi
– Kesenian tradisional : Tari Sekapur Sirih
– Upacara adat : Upacara Lingkaran Hidup Manusia, Berusik sirih bergurau pinang, Duduk bertuik, tegak bertanyo, kat buatan janji semayo, Ulur antarserah terimo pusako, Upacara Kematian, Mintak ahi ujan, Nugal Bejolo, Kumau, Ngayun luci.
– Pesta adat : –
– Rumah Adat : Rumah Panggung

7. Provinsi Bengkulu
– Kesenian tradisional : Tari Andun, Tari Bidadari
– Upacara adat : Sedekah Rame, Buang Jung (upacara membuang perahu kecil ke laut), Tabot, Kendurai, Bayar Sat (niat).
– Pesta adat : Festival Tabot
– Rumah Adat : Rumah Bubungan Lima

8. Provinsi Sumatera Selatan
– Kesenian tradisional : Tari Tanggai, Tari Putri Bekhusek
– Upacara adat : Upacara Sedekah Rame, Upacara Bauang Jung
– Pesta adat : Dul muluk
– Rumah Adat : Rumah Limas

9. Provinsi Bangka Belitung
– Kesenian tradisional : Tari Tincak Gambus Bangka Belitung Tari Taluput Bangka Belitung
– Upacara adat : Rabu Kasan
– Pesta adat : Timot Kesambet, Bedenggu
– Rumah Adat : Rumah Rakit, Bubung Limas

10. Provinsi Lampung
– Kesenian tradisional : Tari Jangget, Tari Melinting
– Upacara adat : Cakak Pepadun
– Pesta adat : Teater Kurusetra
– Rumah Adat : Rumah Rakyat

(Pulau Jawa)
11. Provinsi Jawa Barat
– Kesenian tradisional : Tari Topeng Kuncaran, Tari Merak, Tari Jaipong
– Upacara adat : Ngalaksa, Adu Domba, Balap Kerbau, Pesta Nelayan, Nadran, Panjang Jimat, Ruwatan Bumi, Wuku Tahun, Ngalunsur Pusaka, Bubur Sura, Gembyung, Upacara ke Makam Karomah.
– Pesta adat : Banjet, Tarling, Jaipongan, Gekbreng
– Rumah Adat : Keraton Kesepuhan Cirebon

12. Provinsi Banten
– Kesenian tradisional : Tari Topeng
– Upacara adat : Turun Nyambut, Ngasek, Mipit, Nganyaran, Seren Taun
– Pesta adat : Topeng Banjet
– Rumah Adat : Kesepuhan

13. Provinsi DKI Jakarta
– Kesenian tradisional : Tari Ronggeng, Tari Yapong
– Upacara adat : Ngedelengin, Nglamar, Bawa tande putus, Akad Nikah, Acare Negor, Pulang Tige Ari
– Pesta adat : Lenong, Ondel-ondel
– Rumah Adat :
1. Rumah Kebaya
2. Rumah Gudang

14. Provinsi Jawa Tengah
– Kesenian tradisional : Tari bambangan Cakil, Tari Gandrung, Tari sintren
– Upacara adat : Kenduren / Selametan, Carikan/ berkat, kenduren wetonan ( wedalan ), Kenduren Sabanan ( Munggahan ), Kenduren Likuran, Kenduren Badan ( Lebaran ), Kenduren Muludan, Upacara Garebeg, Gunungan kakung, Sekaten
– Pesta adat : Kethoprak, Laes/rintren, Lengguk, Opak Alang, Srandul, Wayang Golek, Wayang Kulit, Wayang orang
– Rumah Adat : Rumah Joglo

15. Provinsi D.I. Yogyakarta
– Kesenian tradisional : Tari Serimpi
– Upacara adat : Sekaten, Garebeg Mulud, Tumplak Wajik, Labuhan, Waisak, Saparan (Bekakak), Upacara Nguras Kong (Enceh), Upacara Rabo Pungkasan Wonokromo Pleret, Upacara Adat Pembukaan Cupu Ponjolo, Upacara Adat Labuhan Merapi
– Pesta adat : Pertunjukkan Gamelan, Ramayana Ballet, Ramayana Ballet Purawisata, Pertunkkuan Wayang Kulit, Pembacaan Sastra Jawa, Wayang Orang.
– Rumah Adat : Rumah Joglo dan Bangsal Kencono

16. Provinsi Jawa Timur
– Kesenian tradisional : Tari Remong
– Upacara adat : Selamatan, Arak-Arakan, Kebo-Kebon, Upacara Kasada (Kasodo), Pura Luhur Poten Gunung Bromo, Tedak Siten
– Pesta adat : Ludruk, Topeng-topeng Wonosobo, Topeng Buta Terong, Topeng Bondres Bungut Linggah, Topeng Gatotkaca , Wayang Kulit, Glipang, Reog
– Rumah Adat : Rumah Joglo

(Pulau Kalimantan)
17. Provinsi Kalimantan Barat
– Kesenian tradisional : Tari Monong, Tari Zapin Tembung
– Upacara adat : Ngarak Penganten
– Pesta adat : Mendu
– Rumah Adat : Rumah Panjang, Rumah Istana Kesultanan Pontianak

18. Provinsi Kalimantan Tengah
– Kesenian tradisional : Tari Balean Dadas, Tari Tambun & Bungai
– Upacara adat : Wadian, Upacara Tiwah, Wara, Potong Pantan, Mapalas, Ijambe
– Pesta adat : Tari Baksa Panah, Manasai
– Rumah Adat : Rumah Betang

19. Provinsi Kalimantan Utara
– Kesenian tradisional :
– Upacara adat :
– Pesta adat :
– Rumah Adat : Rumah Baloy

20. Provinsi Kalimantan Timur
– Kesenian tradisional : Tari Perang, Tari Gong
– Upacara adat : Mamanda, Wayang Gung, Abdul Mulk Loba, Kuda Gepang, Cerita Damarwulan, Tantayungan, Wayang Kulit, Teater Tutur.
– Pesta adat : –
– Rumah Adat : Rumah Lamin

21. Provinsi Kalimantan Selatan
– Kesenian tradisional : Tari Baksa Kembang, Tari Radap Rahayu
– Upacara adat : Upacara Adat Aruh Baharin, Upacara Adat Maccera Tasi, Upacara Adat Mallasung Manu, Upacara Adat Babalian Tandik
– Pesta adat : Mamanda, Lamut, Madihin, Wayang Kulit Banjar, Wayang Gung, Balian
– Rumah Adat : Rumah Banjar Bubungan Tinggi

(Pulau Bali)
22. Provinsi Bali
– Kesenian tradisional : Tari Legong, Tari Kecak, Tari Pendet
– Upacara adat : Ngaben, Mesakapan atau Pewiwahan
– Pesta adat : Drama Gong
– Rumah Adat : Gapura Candi Bentar

(Pulau Sulawesi)
23. Provinsi Sulawesi Utara
– Kesenian tradisional : Tari Maengkat, Tari Polo-palo
– Upacara adat : Upacara Lengkaan Sidia Tolu No Bulan, Upacara Monondede atau Ponondedean, Upacara Moyangkit Kong Putad, Upacara Mopoluai Ing Takinea, Upacara Malobong Kong Takinea, Upacara tayukan / buongan, Upacara kematian
– Pesta adat : Tarian Kabasaran
– Rumah Adat : Laikas, Rumah Pewaris

24. Provinsi Gorontalo
– Kesenian tradisional : Tari Paule Cinde
– Upacara adat : Mandi Safar, Parade Walima, Festival Tumbilotohe, Festival Ketupat
– Pesta adat : –
– Rumah Adat : Rumah Adat Dolohupa

25. Provinsi Sulawesi Tengah
– Kesenian tradisional : Tari Lumense
– Upacara adat : Motasu, Ghoti Katumpu
– Pesta adat : Pedang Janawi. Milu siram
– Rumah Adat : Souraja atau Rumah Raja atau Rumah Besar, Rumah Pewaris

26. Provinsi Sulawesi Barat
– Kesenian tradisional : Tari Patuddu, Tari Kondo Sapata
– Upacara adat : Nitangka (dipertunangkan), Neduta (meminang), Membawa harta, Malam pacar, Mencukur rambut, Motaro, Moandulasa (selamatan pengairan), Mepone ri banua davou (naik rumah baru) dan Padungku (upacara panen).
– Pesta adat : Festival Teluk
– Rumah Adat : Rumah Adat Mamuju

27. Provinsi Sulawesi Selatan
– Kesenian tradisional : Tari Bosara, Tari Kipas
– Upacara adat : Kapuran Pangngan, Ma’paling, Ma’pakande deata do banua, Ma’pakande deata do ing padang, Merok, Massalu-salu, Upacara Perkawinan,
Upacara Kematian
– Pesta adat : Tari pa’gellu
– Rumah Adat : Rumah Adat Tongkonan

28. Provinsi Sulawesi Tenggara
– Kesenian tradisional : Tari Dinggu, Tari Balumpa, Tari Lumense, Tari Manguru
– Upacara adat : Monahu ndau, Motasu, Ghoti Katumpu
– Pesta adat : Pedang Janawi. Pedang ini biasanya di pakai, dipakao oleh panglima perang sadangkan prajuritnya memakai klewang.
– Rumah Adat : Rumah Istana Buton

(Pulau Nusa Tenggara)
29. Provinsi Nusa Tenggara Barat
– Kesenian tradisional : Tari Mpaa Lenggogo, Tari Batunganga
– Upacara adat : Nenarih atau belatoan, Panati ( melamar), Sebo (melarikan gadis), Ngentunin, Bau Nyale
– Pesta adat : Tari Gendang Beleq, Tari Oncer, U’a Pua
– Rumah Adat : Dalam Loka Samawa

30. Provinsi Nusa Tenggara Timur
– Kesenian tradisional : Tari Perang, Tari Gareng Lameng
– Upacara adat : Reba, Adat menahan mayat, Merawat mayat
– Pesta adat : Tarian Hedung Huriq
– Rumah Adat : Sao Ata Mosa Lakitana, Rumah Musaliki

(Pulau Maluku)
31. Provinsi Maluku
– Kesenian tradisional : Tari Lenso, Tari Cakalele
– Upacara adat : Upacara Ahkwankei, Upacara Kematian, Adat Tomako, Upacara Adat Panas Pela, Upacara Adat Penobatan Kapita, Upacara Adat Cuci Negeri
– Pesta adat : Bambu Gila
– Rumah Adat : Rumah Baileo

32. Provinsi MalukuUtara
– Kesenian tradisional : Tari Lenso
– Upacara adat : Kololi Kie, Upacara Ahkwankei, Upacara Adat Penobatan Kapita, Upacara Adat Cuci Negeri
– Pesta adat : Festival Legu Gam, Tari Cakalele
– Rumah Adat : Rumah Baileo

(Pulau Irian)
33. Provinsi Papua Barat
– Kesenian tradisional : Tari Perang
– Upacara adat : Yosim Pancar (YOSPAN), Tarian perang
– Pesta adat : Tari Manora
– Rumah Adat : Honai

34. Provinsi Papua / Irian Jaya
– Kesenian tradisional : Tari Selamat datang,Tari Musyoh
– Upacara adat : Bakar Batu
– Pesta adat : Tari Musyoh, Tari Selamat datang
– Rumah Adat : Honai

Contoh rumah adat indonesia

Contoh upacara adat di indonesia

Contoh pesta adat di indonesia

Contoh kesenian tradisional indonesia

SKUP Ayu Suciani (UL102C)

Hello Nama saya Ayu Suciani, biasa dipanggil Ayu, Alamat didaerah Pondok Alam Permai (Purati). Disini saya berjurusan Sistem Informasi, Konsentrasi Business Intelligence. Saat ini saya sedang menempuh pendidikan sarjana di perguruan tinggi raharja didalam kurikulum semester 4 (empat) ini saya sedang mengikuti matakuliah Kebudayaan Indonesia yang di ajarkan oleh Pak Endang Suryana. Untuk assigment mata kuliah ini dapat dilihat sebagai berikut :

NoAssignmentStatusGrade
1.Test Formatif 1TercapaiA-
2.Membuat ArtikelTercapaiA
3.Test Formatif-2
TercapaiA+
4.Test Formatif 3 TercapaiA+
5.Test Formatif 4 TercapaiA
6.UTS Kebudaan Indonesia
TercapaiA+
7.Membuat Artikel 2Tidak TercapaiM
8.Membuat Artikel 3
TercapaiA
9.Membuat Artikel 4Tercapai?
10.
October 2019
M T W T F S S
« Aug    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Archives